setelah sekian lama ini, aku tidak pernah belajar dari kesalahan. selalu selalu dan selalu terulang kesalahan yang sama. entah disengaja ataupun tidak selalu aku lakukan. dan benar kata orang, menyesal selalu datang belakangan dan nasi sudah menjadi bubur. tapi, sekarang aku berniat meminta maaf karena lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali dan kalaupun sudah menjadi bubur, aku akan membuat bubur itu menjadi bubur yang enak. entah ditambah ayam ataupun telur.
aku tau perbuatanku atau perkataanku ini membuat orang-orang yang aku sayang jadi tersakiti. entah mereka merasa atau tidak, yang jelas aku merasa telah menyakiti hati orang-orang ini dan aku minta maaf sebesar-besarnya dan akan mencoba untuk mengontrol temperamenku, ga merasa kalo mudah bagiku berarti mudah juga buat orang lain, memaksakan kehendak dan ga mengerti penderitaan atau masalah orang lain. so they are :
Orang Tua (Bapak)
aku tau dan merasa sikapku ini sudah cukup keterlaluan. hanya karena aku tidak mendapatkan satu hal remeh yang aku pengen aku ngambek sama bapak. aku meminta tolong bapak untuk mengirim komik2 yang ada di Kudus untuk dikirim ke Jakarta. Bapak bilang bapak ga bisa karena musti cari komik2ku itu ga paham dan bapak sibuk kerja dan menyuruh ambil sendiri kalau aku pulang. karena ibu sudah ga ada jadi semua bapak yang nge-handle. karena bapak ga bisa, aku marah dan ga mau mengerti keadaan dan masalah bapak. tapi, udah aku telpon dan aku sudah minta maaf, bapak berkata kalo bapak bisa, pasti bapak kirim. karena orang tua pasti akan berusaha menyenangkan anaknya, apapun itu selagi orang tua bisa dan sanggup. nyesel banget rasanya.
My Love (my Bi)
kalo mba Oliph bilang cowok seperti karet gelang berarti ada yang salah. dan aku sadar, ternyata akulah yang salah, aku yang ga bener. dan cowok akan balik dengan sendirinya. tapi, akulah yang membuat dia tidak kembali. sekalipun kita masih bersama tapi aku merasa ada jarak. dan sekali lagi, ternyata AKU lah penyebabnya. aku lah yang selalu mengungkit masalah2 yang dulu, dan memancing kekesalan dia. melakukan hal yang childish. ga pengertian dengan kesibukan dia. tapi dia selalu menanggapi walaupun sangat menjengkelkan buat dia, dia selalu sabar (secara dia 5thn lebih tua) sampai sekaranglah puncaknya. dia marah dan aku penyebabnya. what should i do? aku harap untuk sekian kalinya dia memaafkan dan tetap menjadi Bi ku yang baik dan aku cinta. aku akan menghilangkan jarak yang mengganggu. itu janjiku
Mba Dee (Dila)
udah baca blog dia yang bercerita dia sedang pusing dan bingung? ya, aku tulis komenku yang sangat sangat ga penting dan ga banget, cenderung ga pengertian banget. dan belum lengkap, aku kirim imel yang isinya sama sekali ga simpatik dan mungkin (kalau itu aku) sangat menyinggung, bukan mengurangi beban malah menambah beban. mungkin dia tidak merasa hal itu, tapi, AKU merasa jadi orang yang ga peka sama sekali. apa lagi setelah tau dia sedang sakit pagi ini karena dia ga siaran di Sunday Music. nyeselku bertambah berkali kali lipat. aku ingin minta maaf. maaf ya mba...
Arin (temen sekantor)
hanya, ini HANYA karena dia salah tulis jumlah nilai di laporan aku marah. itu bisa diubah kok dan gampang. bukan masalah sulit tapi akunya aja yang lagi ga jelas. jadinya malah ga selese2. iya, memang aku yang nantinya kena marah bos, tapi ga seharusnya aku marah ke Arin secara dia anak baru. maaf ya?
si Mba
mungkin karena awalnya perasaanku memang sudah ga enak, aku gampang naik darah dan siapapun jadi sasaran. ditambah lagi, si mba ini bikin suatu khilaf yang aku tau itu ga disengaja. dan sekali lagi aku marah dengan orang yang ga salah dan ga pantas untuk dimarahi. seharusnya aku paham bagaimana sulitnya jadi nanny aku yang maunya memang macem2 dan harus mesti dituruti. karena pagi2 harus sudah bangun, bersih2 dan bikinin aku sarapan. belum lagi pekerjaan2 berat lainnya. sekali lagi aku cuma bisa bilang MAAF.
seperti yang saya katakan di blog kemaren, saya mudah mengekspresikan perasaan saya lewat raut muka, ucapan, dan tulisan. saya bukan mb Dee yang bisa ngontrol emosinya di depan orang banyak. saya akan belajar mengontrolnya. karena itu berakibat ke saya sendiri.
saya bukan orang jahat kok. bukan kan? saya MINTA MAAF
Minggu, 15 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar