masih di hari yang sama hari Sabtu, ga karuan rasanya. perut sakit, kepala pusing, pengen muntah terus. merasa ga enak sama Bi karna ga bisa nemenin jalan dia. padahal tinggal 2hari dia di Jakarta. tapi mau gimana lagi? kalo dipaksain, bisa-bisa kolaps aku. yang dia perbuat malah ngerawat aku.
Sabtu siang sekitar jam 12 kami di telpon dari Kudus ada saudara kami yang sedang kritis karena memang sudah sepuh dan sakit lama (sebenarnya aku dan Bi masih ada sedikit hubungan keluarga. Bi adalah adik dari istri saudara sepupu jauhku. dan yang kritis adalah nenek sepupuku (suami kakak Bi) dan adik dari nenekku) kami diminta pulang, sore kami balik dari Jakarta ke Kudus lewat Semarang. keadaanya sudah parah dan keluarga memprasahkan. dan beliau meninggal tadi siang jam 14.30 di usia 76thn. langsung dimakamkan sorenya. aku disana melihatnya. saat itu, entah dari mana aku berfikir. manusia itu bisa kapan aja meninggal. tanpa peduli umur dan alasan kenapa dia meninggal. bagaimana kalo meninggal dengan meninggalkan rasa yang seperti ini. bukankah menyakitkan? semoga amal beliau diterima di sisi ALLAH SWT.
aku ga mau mengalami mati dengan rasa ga tenang ini. sehabis memakamkan nenek, Bi mendatangiku dan bertanya "kenopo? opo seng mbok pikir?" aku cerita semuanya. dan dia bilang "ya wes ra, nyuwun maaf. kan kuwe salah. kalo mereka konco seng apik, mesti gelem ngapuro kuwe." bisakah mereka? i hope so.
malam ini, setelah mentahlilkan nenek, aku mendatangi Bi dan berkata "aku baik2 saja. dan akan meminta maaf ke mereka. no more lie." dia cuma tersenyum. aku pengen tenang dan mendapat teman yang banyak.
lega? belum. tenang? sedikit. paling ga, aku bisa tidur malam ini. besok mesti bangun pagi. seandainya bisa bolos.
i'm sorry, girls...
Minggu, 14 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar